SEKAPUR SIRIH

BACALAH!

“I have always imagined that p paradise would be some kind of library” _Jorge Luis

Sejak kecil Si Fulan terbiasa diajari membaca oleh orangtua. Mereka dengan susah payah mengajarkan kita setiap huruf, cara mengejanya, kemudian perlahan merangkai kata dari huruf-huruf tersebut. “Ini A, ini B, ini C.” Saat itu memori Fulan masih belum terlalu penuh oleh hal-hal compleks. Ibarat hardisk, free space-nya masih berlimpah sehingga mudah menyimpan semua yang diajarkan. Kemudian Fulan tumbuh perlahan dengan waktu dan proses. Rangkaian kata yang 01042014(004)diajarkan bertambah, menjadi kalimat-kalimat sederhana. Keingintahuan pun muncul tiap kali matanya melihat huruf-huruf berjajar di papan, buku, televisi, koran, dan lainnya. Sulit sekali awalnya mengeja huruf-huruf itu sehingga menghasilkan bunyi yang benar dari mulut Fulan kecil. Sesekali orang  tertawa mendengar bibir mungil bersusah payah mengeja tulisan. Namun, kawan, disitulah nikmatnya. Saat kita berusaha mengeja kata atau membaca kalimat dengan benar. Karena kesalahan mengeja atau membaca bukanlah harapan kita. Setelah pandai membaca, Fulan gembira dan selalu ingin membaca. Fulan sering berdiam diri di sudut ruangan dengan sebuah buku terbuka di depan matanya. Ia lebih suka membaca tentang hal-hal menarik dan yang sedang dibutuhkannya. Photo1209Dalam benaknya terpikir, ‘Alangkah hebatnya dunia ini. Menyediakan tempat di mana aku bisa berpetualang menelusuri rimba ilmu yang tak ada habisnya. Anda saja umurku mencapai seratus tahun, maka akan kugunakan 98% nya untuk berpetualang dengan buku-buku yang luar biasa.’ Kisah Fulan merupakan potret sederhana bagaimana membaca dapat melelapkan manusia dalam keingintahuan dan membuahkan pemikiran-pemikiran hebat. Para tokoh hebat pun tak pernah lepas dari kegiatan membaca. Mereka bahkan rela menghabiskan waktu berjam-jam dan mengurangi jam tidur untuk membaca buku. Karena mereka tahu, tak ada cara lebih baik untuk memuaskan dahaga akan ilmu, kecuali dengan membaca.

Photo0021Belum terlambat untuk mulai gemar membaca. Siapa pun itu, jika benar-benar penasaran dengan keindahan dunia dan rahasia-rahasia keilmuan yang masih tersimpan, maka, ”Bacalah!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s