The Legend :D

Hi, everyone!

Well, judulnya alay, ya? Menurut saya sah-sah sajalah bangga dengan karya sendiri yang melegenda 😀 wkkwkwk karena sudah hampir tiga tahun berlalu, teks sambutan saya ini tetap jadi “buruan” guru/siswa MAN yang akan melaksanakan Graduation Ceremony…
So, I hope by posting this text, semua siswa yang membutuhkan bisa menjadikannya sebagai referensi. Truthfully, teks ini PURE buatan saya sendiri dengan kalimat yang mewakili apa yang saya rasakan dan (semoga) teman-teman rasakan selama bersekolah di MAN.
Anyway, walau bagaimanapun, lidah setiap orang berbeda sehingga rasa yang timbul ketika teks ini dibacakan pun akan berbeda. Akan tetapi, saya percaya, sambutan perwakilan siswa pasti akan tersampaikan dengan sempurna jika dibacakan dengan ketulusan yang dalam.
So, that’s ok. You may copy my text, sebagai referensi, atau copy utuh…. Hahaha.. Tapi jujur, saya sangat puas dulu bisa membuat sekaligus menyampaikannya sendiri, hehe.. Selamat membaca, temans!!

Yth. Para alim ulama’
Yth. Kepala Madrasah Aliyah Negeri Pesanggaran, Bapak Drs. H. Saeroji, M. Pd. I, M.Ag.
Yang kami hormati Bapak/Ibu guru MAN Pesanggaran
Yang kami hormati bapak/ibu wali murid kelas XII
Dan teman-teman kelas XII yang saya sayangi

Puji syukur kehadirat Allah Swt. yang telah mencurahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kita dapat hadir bersama di acara bersejarah ini, pelepasan siswa/siswi kelas XII Madrasah Aliyah Negeri Pesanggaran tahun ajaran 2014/2015. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Rasul terakhir, yang senantiasa kita rindukan, dan kita harapkan syafaatnya kelak di yaumul qiyamah.

Hadirin yang saya hormati,

Pada 09 Juli 2012, kami resmi menjadi siswa Madrasah Aliyah Negeri Pesanggaran. Untuk pertama kalinya kami memakai seragam putih abu-abu, berangkat ke sekolah, bertemu teman-teman baru, dan bertemu bapak/ibu guru. Saat itu, di benak kami terpikir, bahwa tiga tahun akan menjadi waktu yang sangat lama, berat, dan penuh tantangan. Namun, agaknya anggapan kami itu tidak sepenuhnya benar. Karena sebaliknya, sekarang kami berpikir, rasanya baru kemarin kami mengikuti MOS di madrasah ini. Dan tiba-tiba sekarang kami sudah berada di sini, bukan dengan pakaian putih abu-abu lagi, tidak menenteng tas berisi buku pelajaran lagi, tidak duduk di bangku kelas lagi. Rupanya kami telah sampai pada penghujung hari, di mana kami harus bersiap untuk segera meninggalkan madrasah tercinta ini.
Saya di sini mewakili teman-teman kelas XII, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak/ibu guru yang telah dengan sangat sabar membimbing kami selama tiga tahun ini. Ilmu, pengalaman, dan prestasi tidak akan kami dapatkan dengan sendiri, melainkan dengan bantuan dan dukungan dari Bapak/Ibu guru sekalian. Buku memanglah jendela ilmu, tetapi, kami tidak akan mampu mencerna segala materi yang ada di buku pelajaran tanpa ada bapak/ibu guru sebagai perantara menyampaikannya kepada kami. Sungguh besar jasa panjenengan sehingga kami tidak bisa menghitungnya. Bahkan membalas dengan utuh pun kami tak sanggup. Sebaliknya, kami anak-anak kelas XII sering membuat bapak/ibu guru jengkel, marah, kami berbuat tidak sopan, tidak dapat diatur, selalu mengecewakan panjenengan semua dengan sikap kami. Kami mohon maaf sebesar-besarnya bapak/ibu guru. Kami hanyalah anak-anak yang selalu menuruti ego dan tidak mau belajar.

Bapak/ibu guru, panjenengan adalah pengganti orangtua bagi kami di sekolah ini. Orangtua yang sangat menyayangi kami, senantiasa mengingatkan jika kami berbuat salah, memberi semangat dan dukungan ketika kami sedang terpuruk, dan mengajarkan kebaikan di setiap kesempatan. Panjenengan adalah orangtua yang amat kami hormati, kami sayangi, dan akan selalu kami ingat selamanya. Benar-benar tidak patut kami lulus dari madrasah ini tanpa memohon maaf sebesar-besarnya dan berterima kasih yang setulus-tulusnya kepada bapak/ibu guru sekalian. ….. kami tidak akan lupa dengan bapak/ibu guru. Ke manapun kami pergi nantinya, jasa, nasihat bapak/ibu guru akan selalu terpatri di hati kami….

Kemudian, untuk teman-teman kelas XII. Telah banyak kenangan yang kita ukir bersama selama tiga tahun ini. Susah senang kita rasakan mulai di kelas X, saat kita masih malu-malu, lugu, takut, kemudian beranjak ke kelas XI, di mana kenakalan kita melunjak, dan egoisme kita mulai terlihat, hingga kemudian di kelas XII, di mana kita mulai bisa berpikir dewasa dan mengurangi kenakalan kita. Tiga tahun bersama, telah menjadikan rasa persaudaraan antara kita semakin erat. Tertawa bersama saat senang, saling menguatkan saat ada yang terjatuh. Jangan sampai persaudaraan ini terputus karena hal apapun.

Teman-teman sekalian, Lulusnya kita dari madrasah ini bukanlah akhir perjalanan kita untuk belajar. Justru inilah awal bagi kita untuk menata masa depan yang sesunggugnya. Karena dunia yang akan kita hadapi setelah ini akan terasa lebih luas, lebih berat, dan lebih kejam. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan ilmu yang telah kita dapat selama di madrasah ini, menjadi orang yang ulet dan pantang menyerah. Ke mana pun kita melangkah selanjutnya, baik ke perguruan tinggi atau bekerja, kita harus membuktikan, bahwa kita adalah produk MAN Pesanggaran yang berkualitas. Selalu jaga nama baik almamater, dan buat bapak/ibu guru bangga karena melihat kita menjadi orang beriman, berakhlak, berilmu, dan sukses. Amin ya Rabbal alamin.

Dan untuk adik-adik kelas X, dan XI. Kami, kakak-kakak kelas XII mengucapkan terima kasih karena adik-adik selalu mendukung dan mendoakan kami selama ini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, karena selama menjadi kakak kelas kalian, kami seringkali berbuat salah, menyakiti adik-adik, baik dengan perkataan maupun perbuatan kami. Sesungguhnya kami amat menyayangi kalian semua, dan tidak ingin kalian mencontoh perbuatan-perbuatan tidak baik yang telah kami lakukan selama ini. Ambilah contoh yang baik. Dan kami berpesan kepada adik-adik semua, untuk terus semangat belajar, hormati bapak/ibu guru, kembangkan terus potensi kalian, cetak prestasi, dan buat almamater kita bangga. Jangan hanya puas menjadi juara 1 di madrasah ini. Kami yakin, kalian bisa mencetak prestasi lebih baik dan membanggakan daripada kami.

Hadirin yang saya hormati,

Seperti yang Ki Hajar Dewantara ibaratkan, sekolah adalah taman bagi siswa. dan madrasah ini telah menjadi taman pula bagi kami. Taman untuk menunutut ilmu. Dan kami sedih karena akan segera meninggalkan taman ini, tidak akan bisa melihat bapak/ibu guru lagi setiap pagi. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada panjenengan bapak/ibu guru.

(Penutupnya “Rahasia” :p karena dulu diajari ayah saya…wkwkwkwk)

thanks for reading!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s