0

STOP BODY SHAMING!!

Dasar tulisan ini adalah pengalaman pribadi saya. Namun, mungkin ini juga bisa dialami siapa pun. So, try to read it carefully, gaissss…


BODY SHAMING ternyata tidak hanya terjadi pada orang gemuk, tapi juga yang berbadan kurus. Penilaian setiap orang itu relatif alias tidak selalu sama. Jadi kita sebenarnya tidak bisa menentukan ukuran gemuk atau kurusnya seseorang secara pasti. Walaupun memang ada ukuran “tubuh ideal”.
“Duhh, kamu kok kurusan, sih? Lagi banyak masalah, ya?”
“Ini pasti punya tekanan batin sampai kurus banget badannya”
“Kurus krempeng kayak ikan teri, gak seger blassss (sama sekali)”
Dan masih banyak lagi lainnya yang lebih pedas dari keripik balado.


Kurang lebih seperti itulah yang kerap mampir di telinga saya sebagai salah satu orang dengan bb 41kg. (Tidak bisa bayangkan gimana yang bb nya jauh di bawah saya). Parahnya, yang mengatakan itu menganggap ucapannya hanyalah candaan. Dan kerap dilontarkan dalam suasana bercanda. Akan tetapi, setiap otak manusia punya cara berbeda dalam memproses informasi, karena manusia punya hati yang tingkat sensitivitasnya tidak sama. Jadi, bisa saja candaan itu justru menyinggung orang tersebut dan bisa dikategorikan sebagai bullying.


Beberapa waktu lalu, saya sempat tak sengaja bertemu kenalan lama. Namun dalam pertemuan singkat itu orang tersebut malah langsung menyorot penampilan saya yang terlihat kurus. Walaupun saya tahu beliau tidak ada niat untuk membuli sama sekali, tapi tetap saja, gara-gara satu kalimat “Kok kooourusss sekali kamu sekarang?” itu, orang di samping saya pun langsung menambahi, “Banyak tekanan batin dia, hahaha”. Saya terpaksa tersenyum kecut sambil coba menyangkal. Karena memang hal itu tidak benar. Saya tidak sedang tertekan. Everything is fine with my life.


Pernah juga ada orang yang mengira saya penyakitan (WHAT?!), lagi-lagi karena anggapan bahwa kurus adalah tanda hidup tak bahagia ataupun banyak masalah dan penyakit. Itu adalah anggapan terekstrim dan sangat mengganggu dan tidak sepatutnya dilontarkan sebagai candaan pada siapa pun. Herannya, masih banyak orang yang tidak menyadari candaan yang seperti itu dapat mengganggu orang lain, bahkan mengurangi kepercayaan dirinya.


Melalui tulisan singkat ini, saya harap bisa membuka hati para pembaca yang pernah mengalami atau justru melakukan body shamming baik sengaja atau tidak. Bahwa candaan yang bersifat bullying terhadap bentuk tubuh itu bukanlah hal yang baik, dan harus dihentikan. Kurus ataupun gemuk bukanlah ukuran untuk menilai susah/senangnya hidup seseorang. Juga bukan untuk bahan candaan yang berlebihan. Bentuk dan ukuran tubuh adalah hak pribadi masing-masing. Jikalau ingin memberi saran atau merasa penasaran, baiknya kita sampaikan dengan cara yang santun. So, stop body shamming! Karena tubuh adalah anugerah dari Tuhan yang harus kita jaga dan syukuri. ©️WildaJnh